Pages

Subscribe:

Untuk Apa sih KI ?


Kuliah merupakan proses belajar mahasiswa. Kuliah lebih identik dengan teori-teori dan sedikit praktek. Tapi bila kita menengok sebentar ke jurusan Sistem Informasi ITS, maka kita akan menemukan sesuatu yang berbeda. Di jurusan Sistem Informasi ITS terdapat sebuah mata kuliah yang prakteknya berbeda dari yang lain. Kita bisa saja disuruh menari, menyanyi, maupun berlatih bekerjasama tim. Dan hal itu bukanlah kuliah seni atau drama tapi kuliah IT. Sebuah kuliah yang jarang terjadi dan mungkin tidak ada selain di Jurusan Sistem Informasi  ITS. ITS yang merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia ternyata memiliki mata kuliah yang cukup “aneh”.
Itulah mata kuliah Ketrampilan Interpersonal  jurusan Sistem Informasi (SI) ITS. Sebuah mata kuliah yang mengajarkan kita untuk bisa bekerjasama dalam sebuah tim. Mata kuliah yang mengajarkan kita untuk percaya diri dan berani tampil di depan umum. Mata kuliah praktek yang menyenangkan pada awalnya.
Saat mahasiswa semester satu menerima mata kuliah ini, banyak dari mereka yang heran. Kenapa bisa ada mata kuliah seperti itu di SI. Mereka banyak yang senang dengan mata kuliah ini karena cukup menghibur. Seperti mata kuliah praktek pada umumnya, di mata kuliah KI juga di wajibkan membuat laporan yang disebut pembelajaran. Pembelajaran merupakan hasil refleksi dari setiap permainan yang ditulis pada template yang disediakan. Setelah belasan pembelajaran KI di buat rasa bosan mulai bermunculan. Dari beberapa mahasiswa ada yang mengaku bosan karena pembelajaran yang ia tulis sekitar  minggu 6-9 itu banyak yang materi tulisannya sama dengan minggu sebelumnya. Hal itu memang sudah diatasi dengan pemberian pokok materi lain setelah minggu pertengahan, yaitu dari pokok materi kerjasama tim menjadi pokok materi manajemen diri dan kepemimpinan. Tetapi tetap saja perlu evaluasi pada materi kerja sama tim, karena terlalu banyak pembelajaran dengan isi materi yang hampir sama. Sehingga menjadi sedikit membosankan. Bukan pada kuliahnya tapi pada pembuatan pembelajarannya.
Secara keseluruhan mata kuliah ini memang di butuhkan oleh  jurusan IT.  Faktanya, menurut pak kholil pada saat acara IPITS (Informasi dan Pengenalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ), banyak pimpinan perusahaan yang mengeluhkan para pekerja IT mereka. Para pimpinan perusahaan menganggap bahwa orang IT kurang bisa bekerjasama dalam tim, dan terkesan bekerja sendiri-sendiri. kemungkinan hal ini disebabkan mereka merasa lebih “cerdas” sehingga tidak suka di perintah orang yang “biasa-biasa”. Jadi seharusnya mata kuliah seperti ini tidak hanya diadakan di SI ITS tetapi juga diadakan di semua kuliah IT agar para pakar IT lebih bisa bekerja sama dalam tim.
Di sisi lain jurusan Sistem Informasi ITS ini kurang di kenal lulusannya. Hal itu disebabkan tidak adanya pembeda antara lulusan Sistem Informasi dengan lulusan IT yang lain. Oleh karena itu perlu di berikan gelar yang berbeda. Untungnya mulai tahun ini lulusan Sistem Informasi ITS akan mendapatakan gelar S.si bukan lagi S.kom. Dengan begini perusahaan lebih bisa mengetahui mana yang dari jurusan Sistem Informasi dan mana yang dari jurusan IT lainnya. Karena pada dasarnya kemampuan lulusan SI dengan jurusan IT lainnya itu berbeda. Dan salah satu yang membedakan yaitu adanya mata kuliah seperti Ketrampilan Interpersonal.
Jadi dapat di simpulkan mata kuliah seperti Ketrampilan Interpersonal itu penting bagi kuliah IT, khususnya di SI. Karena mata kuliah tersebut memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah melatih kita untuk bisa bekerja sama dalam sebuah tim. Selain itu mata kuliah ini juga melatih kita untuk percaya diri dan berani tampil di depan umum.

ITS kalah Pamor Dengan STAN ?


 
Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan  salah satu universitas terbaik di negeri ini. ITS juga cukup dikenal di dunia internasional salah satunya karena mobil sapu angin yang memenangkan banyak kejuaraan. Termasuk kejuaraan se-Asia. Selain itu ITS juga memiliki jurusan Teknik kelautan yang termasuk peringkat 3 sedunia. Dari segi prestasi ITS memang jagonya dapat juara. Untuk PIMNAS tahun lalu ITS menjadi juara umum 2, mengalahkan UI dan ITB tetapi di kalahkan UGM. Lulusan ITS juga dikenal dan diakui oleh perusahaan-perusahaan besar berskala nasional maupun internasional. Tetapi kehebatan ITS itu masih bisa di kalahkan oleh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). STAN merupakan sekolah kedinasan dengan program tertingginya diploma 3. Untuk bisa masuk STAN kita harus bersaing dengan ratusan ribu pendaftar yang akan mengikuti seleksi. Ada dua tahap seleksi yaitu seleksi tulis dan fisik. Orang-orang yang masuk STAN harus dipilih hanya orang dianggap sehat saja yang bisa diterima. Karena mereka akan mengabdi kepada negara, jika sakit-sakitan malah akan merugikan negara. Salah satu kehebatan STAN yang tidak bisa di kalahkan ITS adalah ikatan dinas atau dengan kata lain jaminan kerja bagi mereka yang bisa lulus. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan mahasiswa di Indonesia berorientasi pada mencari kerja bukan menciptakan lapangan kerja.
Kebanyakan mahasiswa di Indonesia lebih memilih sekolah di STAN dari pada sekolah di perguruan tinggi. Tidak perlu jauh-jauh di jurusan saya, jurusan Sistem Informasi ITS ada seorang teman saya yang tiba-tiba keluar karena di terima di STAN. Ia lebih memilih sekolah yang menjanjikan pekerjaan. Ini merupakan salah satu bukti bahwa ITS kalah pamor dengan STAN. Saya tidak pernah mendengar mahasiswa STAN keluar atau berhenti kuliah di STAN hanya untuk masuk ITS.
STAN memang mempunyai kelebihan menjanjikan pekerjaan bagi kita tapi ITS juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki STAN. Yang pertama adalah bisa mengembangkan PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa), jika kita berada ITS kita akan di beri bimbingan untuk membuat sebuah karya tulis. Salah satunya adalah melalui PKTI (Pelatihan Karya Tulis Ilmiah) , disana kita diajarkan untuk membuat sebuah karya tulis dan diajarkan pula cara mempresentasikannya. Dengan pembuatan karya tulis tersebut paling tidak kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Yang kedua bisa mengembangkan usaha. Di ITS kita juga punya UKM WE&T yang mewadahi mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneur. Yang pada akhirnya akan bisa menciptakan usaha-usaha baru di berbagai bidang. UKM ini sudah menghasilkan banyak usaha kreatif salah satunya adalah sepatu lukis. Yang ketiga kita bisa ikut proyek dari dosen. Di ITS banyak dosen yang sibuk mengurusi proyek dari luar ITS maupun di ITS dan itu tidak menutup kemungkinan kita bisa diajak untuk membantunya. Dari proyek tersebut kita bisa menambah pengalaman, mempererat hubungan denga dosen (menambah nilai) dan mempertebal dompet kita.
Ada satu lagi kelebihan ITS dan perguruan tinggi lainnya. Ternyata lulusan STAN yang bekerja di Departemen Keuangan di beri beasiswa untuk melanjutkan sekolah, dan salah satu yang dituju adalah ITS tepatnya di jurusan Sistem Informasi. Jadi meskipun ada anak yang meninggalkan ITS untuk pindah ke STAN ternyata ada juga yang dari STAN ke ITS. Tetapi yang masuk ke ITS sudah berumur lebih dari 25 tahun bahkan ada yang sudah berumur 30 tahun. Menurut pengalaman mas-mas dari DepKeu (Departemen Keuangan) lebih baik kita sekolah di perhuruan tinggi seperti ITS saja daripada yang ikatan dinas. Karena menurut mereka menjadi pegawai negeri sipil di keuangan itu ada sisi tidak enaknya, yaitu kita akan sulit berkembang. Kita harus mengikuti sistem yang telah dibuat. Kita harus mengikuti arus. Tidak seperti di dunia swasta dan wirausaha, di dunia swasta dan wirausaha kita bisa mengembangkan diri sesuai keinginan kita. Dan menjadi orang yang kita inginkan.
Maka dari itu sebagai mahasiswa kita sudah seharusnya memikirkan bagaimana membuat lapangan pekerjaan. Karena lapangan pekerjaan sekarang terbatas, kalau kita tidak membuka lapangan kerja yang baru bagaimana dengan generasi di bawah kita bisa mendapatkan pekerjaan. Jika kita menunggu orang-orang tua untuk pensiun lalu kita mengisinya, itu merupakan hal yang kurang efektif. Jumlah manusia di Indonesia terus bertambah sehingga akan butuh lapangan pekerjaan yang baru. Dengan membuka lapangan kita bisa bermanfaat untuk orang banyak, serta menjadi apa yang kita inginkan. Tetapi pada intinya adalah lakukan hal yang kita sukai karena jika kita melakukan pekerjaan dengan perasaan senang maka hasilnya kan lebih dari maksimal. Jika anda suka di STAN itulah pilihan anda, jika anda suka di ITS itulah pilihan saya .