Pages

Subscribe:

Matdis Kok Susah Juga yaa...


Selain pemrograman ada matakuliah lagi yang cukup susah juga bagi mahasiswa SI ITS semester pertama. Mata kuliah tersebut dirasa susah karena masih berhubungan dengan logika. Namanya Matematika Diskrit, biasanya disingkat MatDis. Jangan terkecoh dengan namanya, meskipun ada kata “Matematika” tetapi yang di pelajari di mata kuliah ini bukan rumus untuk hitung-hitungan. Mata kuliah ini lebih banyak mempelajari logika-logika, cara pembuktian yang logis, menuliskan pernyataan logis kedalam rumus matematika dan sesuatu yang logis-logis. Semua itu tidak mudah bagi mahasiswa semester pertama karena sewaktu SMA hal yang seperti itu jarang dibahas, sehingga tidak memiliki dasar pemikiran yang kuat. Karena terlalu sulitnya sampai-sampai ada mahasiswa yang mengatakan “MatDis = Matematika saDis”.
Sulitnya matdis ini dibuktikan dengan jeleknya hasil UTS mahasiswa. Nilai tertinggi yang di capai mahasiswa tidak lebih dari 5.56 dan banyak yang harus mengulang. Hasil tersebut juga membuktikan mahasiswa tidak paham atas apa yang telah diajarkan, dan tidak mau berusaha memahaminya.
Bukan hanya dari sisi mahasiswa, tetapi dari sisi dosennya juga mengeluhkan hal yang hampir sama. Pak dosen mengeluhkan sulitnya mengajarkan mata kuliah ini kepada mahasiswa baru. Meskipun sudah diterangkan masih banyak juga mahasiswa yang bingung, sampai-sampai waktu kuliah terkuras hanya untuk menjelaskan satu materi dan terpaksa mencari waktu tambahan.
Setelah diadakan kuisioner online tentang mata kuliah matdis oleh  dosen matdis, hasilnya banyak mahasiswa yang memang merasa pelajaran matdis ini sulit. Kebanyakan menyatakan materi yang diberikan terlalu banyak dan terlalu cepat. Dari kuisioner tersebut kita tahu bahwa banyak mahasiswa yang mengharapkan adanya simulasi atau game dalam menjelaskan matakuliah. Kebanyakan mahasiswa merasa dengan hal tersebut mereka bisa lebih mudah memahaminya. Pak dosen pun sempat bercerita bahwa di amerika ada dosen yang mengajarkan pemrograman dengan dance. Kalau gak percaya bisa di searching sendiri di youtube. Memang banyak orang yang mengatakan belajar dengan praktek akan lebih paham dari pada belajar hanya teori.
Satu nasehat yang selalu dikatakan dosen matdis saya, “Be a Hardworking Student”. Jadi mahasiswa yang pekerja keras, menurut pak dosen mahasiswa ITS dulu adalah mahasiswa yang pekerja keras berbeda dengan mahasiswa sekarang yang kebanyakan malas untuk baca textbook. Yang dimaksud pekerja keras adalah menjadi mahasiswa yang memiliki cara belajar independen, jadi tidak bergantung pada dosen. Kita berusaha memahami pelajaran itu sendiri atau dengan belajar kelompok sebelum ada kuliah. Sehingga ketika kuliah kita tidak terlalu kebingungan dengan yang diajarkan.
Seperti yang saya katakan pada tulisan saya yang sebelumnya. Cintailah apa yang kamu lakukan. Kalau ada perasaan tidak suka akan sesuatu maka yang kita dapatkan adalah kesusahan dalam memahami sesuatu. Semua orang sukses seperti Steve Jobs, Donald Trump, dan Bill Gates mereka sukses karena mereka menyukai apa yang mereka kerjakan. Jadi sesulis apapun pekerjaannya mereka tetap mengerjakannya karena mereka suka. Nabi Muhammad saja yang dulu dicaci dan dimaki ,serta dilempari batu oleh kaum jahiliah tetap tegar. Nabi Muhammad tetap menyebarkan ajaran isalm meski mendapat perlakuan yang tidak baik tersebut karena ia mencintai Allah. Maka dari itu mulailah menyukai matdis dan pelajaran yang berbau logika karena rasa suka itu bisa membuat kita menjadi BISA. Yang perlu di ingat logika itu bukan hanya di pelajari tetapi juga harus dilatih. Cara melatihnya adalah dengan mencoba dan mencoba. Ada website khusus yang bisa menjadi tempat kita untuk melatih logika kita, namanya SPOJ. Dari situ kita bisa mengetes kemampuan kita dan membandingka dengan orang seluruh dunia.