Pages

Subscribe:

Kalau terpaksa jadi presiden !


Saya masih muda. Saya baru sebentar tinggal di negara ini. Baru 18 tahun saya hidup dan baru 2 tahun saya dianggap sebagai warga negara. Jika dibandingkan dengan pemimpin yang sekarang, saya masih kurang pengalaman. Seperti kata teman saya dalam reviewnya tentang film Alangkah lucunya negeri ini. Ia mengatakan “negeri ini tidak lucu ,tapi memprihatinkan”. Bisakah seorang yang tak berpengalaman seperti saya memimpin negeri ini ? . Memang pengalaman bukanlah hal terpenting yang dibutuhkan negeri ini. Kejujuran dan integritas sudah menduduki posisi teratas kebutuhan negeri ini. Sebab yang diprihatinkan dari negeri ini bukan karena pemimpin yang kurang berpengalaman, tetapi karena ketidak jujuran pemimpin di negara ini. Ketidakjujuran para pemimpin ini dapat menyebabkan banyak hal.  Salah satunya dan yang paling utama adalah menyengsarakan rakyat. Dalam hal menulis pak Rudi Santoso seorang penulis populer mengatakan “Jangan sekali-kali menyiksa pembaca”. Kalau menulis saja kita dilarang menyengsarakan, apalagi dalam hal memimpin.
Kalau saya disuruh jadi presiden saya akan menolak. Memimpin diri sendiri saja saya masih kurang baik ,apalagi kalau memimpin negara. Untuk membangun negara kita tidak harus jadi seorang presiden. Jadi pengusaha, dokter, guru, atlet atau apapun profesi kita, kalau kita juga bisa membangun bangsa ini. Presiden selalu melihat masalah dari atas, sehingga masalah yang ada dibawah yang kecil-kecil tapi merajalela tidak terlihat olehnya. Coba kita tanya pada pak Presiden tentang keadaan ekonomi di indonesia. Beliau pasti memanggil mentri-mentrinya dan mentrinya menjawab Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 6%. Tapi coba tanyakan ke orang yang tinggal di kolong jembatan. Apakah mereka merasakan pertumbuhan ekonomi itu ?. sudah bertahun-tahun mereka tinggal dan sudah bertahun-tahun Indonesia tumbuh. Sebenarnya yang jelas tumbuhnya itu  harga sembako dan kebutuhan sehari-hari.
Seorang presiden tidak mungkin mengetahui keadaan rakyatnya kalau tidak langsung menemuinya. Tetapi jika hal itu dilakukan mungkin 5 tahun tidak akan cukup. Oleh sebab itu dibutuhkan bawahan yang profesional dan berintegritas.
Kalau saya terpaksa jadi presiden, yang pertama saya benahi adalah para mentrinya. Para mentri haruslah orang yang profesional ,jujur ,dan berintegritas. Bukan hasil tawar-menawar antar partai yang tidak berpihak sama sekali pada rakyat. Yang kedua akan saya wajibkan di sekolah negeri maupun swasta, pelajaran tentang moral dan budi pekerti. Mungkin pelajaran tersebut bisa di masukkan dalam mata pelajaran Kewarganegaraan atau Agama. Moral dan budi pekerti adalah kebutuhan setiap bangsa. Bila dibandingkan sebelum era modern dan sekarang moral dan budi pekerti bangsa ini sudah berbeda jauh. Moral dan budi pekerti sekrang sudah sering ditinggalkan bahkan di lupakan. Dengan moral yang baik setiap orang seharusnya bisa menghargai satu sama lain, sehingga Indonesia bisa bersatu. Pada kenyataannya bangsa Indonesia sekarang sudah kurang bermoral, hanya karena masalah kecil saja sudah terjadi tawuran. Selain itu pendidikan moral juga dapat mencegah tindakan korup. Karena orang yang korupsi hanya orang yang egois dan tidak bermoral.
Selanjutnya yang saya lakukan jika terpaksa jadi presiden adalah mengakhiri kontrak asing yang merugikan. Indonesia mempunyai banyak jenis sumberdaya alam, tetapi kebanyakan tambang di Indonesia adalah milik perusahaan asing. Ladang gas D-Alpha terletak 225 km dari pulau Natuna memiliki cadangan gas 222 trilliun cubic feet. Ladang gas ini merupakan salah satu yang terbesar di ASEAN. Hal ini menunjukkan Indonesia cukup kaya akan Sumberdaya alamnya. Tetapi Indonesia dulu masih belum mampu mengolahnya sehingga dilimpahkan pada perusahaan asing. PT Newmont dan PT Freeport merupakan dua perusahaan raksasa yang mengelola beberapa tambang di Indonesia. Kedua perusahaan tersebut sudah banyak mengambil Sumberdaya Alam kita, meskipun mereka juaga memberi kontribusi. Tetapi bila kedua perusahaan itu di kelola oleh Indonesia akan lebih besar manfaatnya. Menurut studi Universitas Indonesia, pada tahun 2005 manfaat ekonomi PT Freeport bagi Indonesia dan papua mencapai 7 miliar dollar AS. Dan mulai tahun 1992-2005 mencapai 40 miliar dollar AS. Coba bayangkan kalau kita kelola sendiri berapa puluh miliar dolar AS yang bisa kita kumpulkan. Maka dari itu kita perlu melakukan negosiasi ulang, kalau perlu kita akhiri kontraknya dan kita kelola sendiri. Perusahaan asing tersebutkan juga memakai tenaga kerja Indonesia jadi mungkin kita sudah bisa mengelolanya sekarang. Apalagi sekarang banyak sarjana Indonesia yang lulusan luar negeri. Tetapi apabila kita benar-benar mengelolanya, harus dipastikan pengelolaannya berkualitas dan bersih dari korupsi agar manfaatnya benar-benar terasa bagi bangsa Indonesia.
Mungkin beberapa hal itulah yang akan saya lakukan jika saya terpaksa jadi presiden. sekali lagi, saya bukanlah orang yang berpengalaman menjadi presiden. Karena sekalipun saya tidak pernah jadi presiden. Negara indonesia sekarang membutuhkan bukti bukan hanya janji dan niat. Maka dari itu semoga niat dan rencana saya bisa terlaksana olah saya maupun oleh orang lain yang mau melakukannya. Dan semoga dengan terlaksananya hal tersebut dapat terwujud Indonesia yang lebih sejahtera. Amin.